Kuningan - Pamijahan Ciawigebang (Sabtu, 20 Juni 2026) – Kegiatan Akhirussanah PAUDQ Assuffah dan TKIT Izdihaar Nurulillah Desa Pamijahan, Kecamatan Ciawigebang, Kabupaten Kuningan berlangsung meriah, khidmat, dan penuh makna. Suasana kebahagiaan dan rasa syukur tampak menyelimuti seluruh rangkaian acara yang dihadiri oleh peserta didik, orang tua, tokoh masyarakat, serta tamu undangan.

Salah satu penampilan yang mendapatkan apresiasi tinggi adalah pertunjukan angklung sebagai implementasi Kurikulum Muatan Lokal Kabupaten Kuningan. Melalui penampilan tersebut, kecintaan terhadap seni dan budaya daerah telah ditanamkan sejak usia dini. Kemampuan memainkan angklung yang ditunjukkan oleh para peserta didik menjadi bukti bahwa pelestarian budaya lokal dapat dilakukan secara efektif melalui lembaga pendidikan.

Pertunjukan angklung yang ditampilkan tidak hanya menghadirkan hiburan, tetapi juga menunjukkan keberhasilan proses pembelajaran yang telah dilaksanakan selama satu tahun ajaran. Nilai-nilai kebersamaan, disiplin, kerja sama, dan rasa percaya diri terlihat tumbuh dalam diri peserta didik saat memainkan alat musik tradisional khas Jawa Barat tersebut.
Dalam sambutannya, Ketua Yayasan Arroofi Manazil Suffah, Dr. Sulaeman, M.Pd, menyampaikan bahwa pendidikan anak usia dini harus diarahkan pada pembentukan karakter yang utuh melalui penguatan nilai keagamaan, budaya, dan kecakapan hidup.

"Diharapkan anak-anak tidak hanya tumbuh menjadi generasi yang cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki akhlak yang baik, mencintai budaya daerah, serta bangga terhadap identitas bangsa. Angklung yang menjadi bagian dari Kurikulum Muatan Lokal Kuningan merupakan sarana yang sangat baik untuk menanamkan nilai-nilai tersebut sejak dini," tuturnya.
Halaman:
C
Penulis: Cyber Nasa