SUBANG,Cybernasa TV : Perkumpulan Masyarakat Sungai Lintarmania (PMSL) sukses menginisiasi program Cipunagara Upstream Restoration (CUR) sebagai langkah konkret memitigasi bencana banjir dan degradasi lahan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Cipunagara. Kegiatan ini berlangsung selama sepekan, mulai 17 hingga 23 Mei 2026.
Program berbasis komunitas ini berfokus pada rehabilitasi hutan dan lahan di kawasan strategis Bukit Aseupan dan Pasir Cibuluh, Desa Cibuluh, Kecamatan Tanjungsiang, Kabupaten Subang, Jawa Barat. Keberlanjutan aksi ini didukung penuh oleh pendanaan Indonesia FOLU Net Sink 2030 periode ke-4, dengan melibatkan 64 peserta aktif dari berbagai elemen komunitas, organisasi, hingga lembaga pendidikan.
Saat ini, kawasan hulu DAS Cipunagara yang seharusnya berfungsi sebagai zona tangkapan air telah mengalami alih fungsi lahan menjadi pertanian semusim. Dampaknya, sedimentasi meningkat tajam dan memicu eskalasi banjir di wilayah hilir.
Merespons urgensi tersebut, program CUR hadir mengintegrasikan fungsi ekologis dan sosiologis lewat penanaman kombinasi tanaman kehutanan dan tanaman multi-manfaat atau Multi- Purpose Tree Species (MPTS) unggul. Strategi ini diharapkan dapat menciptakan insentif ekonomi agar masyarakat bersedia memelihara pohon secara mandiri, sekaligus berkomitmen menjaga tingkat kelulushidupan (survival rate) tanaman.
Koordinator Kegiatan CUR, Ardian Taufik Hasanudin, S.Hut., menjelaskan bahwa restorasi ini menggunakan pendekatan Community-Based Forest Management (Pengelolaan Hutan Berbasis Masyarakat).


