SUBANG, CYBERNASA.COM Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak tahun 2026 di Kecamatan Tanjungsiang, Kabupaten Subang, sudah di depan mata. Dari 10 desa yang ada di wilayah ini, delapan desa dipastikan akan menggelar pesta demokrasi, yaitu Desa Tanjungsiang, Buniara, Kawungluwuk, Cimeuhmal, Cikawing, Sirap, Cibuluh, dan Rancamanggung.

Namun, menjelang hari pemungutan suara, atmosfer politik di tingkat akar rumput justru dipenuhi kebingungan. Publik dihadapkan pada pilihan sulit terkait sosok para bakal calon (balon) yang muncul ke permukaan.
"Mun ceuk Sunda mah, saking sulit kudu kasaha milihna (Kalau kata orang Sunda, saking sulitnya harus memilih ke siapa)," ujar salah satu warga menyikapi rekam jejak para kandidat yang mulai terbaca oleh masyarakat.

Fenomena menarik sekaligus memprihatinkan terjadi dalam kontestasi kali ini. Di satu sisi, ada figur bakal calon yang memiliki gagasan cemerlang dan menguasai birokrasi, namun terbentur masalah modal alias "pulusnya kosong". Di sisi lain, sebagian masyarakat justru tidak lagi melihat visi-misi atau program kerja, melainkan lebih memprioritaskan calon yang memiliki kantong tebal.

Krisis Calon Berkualitas akibat "Biaya Tinggi"
Halaman:
C
Penulis: Cyber Nasa