Subang,Cybernasa.com
Di banyak desa, wajah pertanian masih sama: petani turun ke sawah pagi-pagi, mengandalkan pengalaman turun-temurun untuk mengolah tanah, menanam, dan merawat tanaman.dan pemberantasan hama penyakit ( Happen ) Yang berubah cuma satu hal yaitu harga pupuk, dan pestisida naik, hama makin kebal, dan iklim ,suhu makin nggak bisa ditebak.
Masalahnya, pengetahuan petani sering berhenti di situ. Nggak ada pembaruan dari pihak yang seharusnya jadi jembatan ilmu: penyuluh pertanian.
Ketika Penyuluh Jarang Turun ke Lapangan. .Â
Secara struktur, setiap kecamatan dan desa seharusnya punya penyuluh yang bertugas mendampingi petani. Tugasnya jelas: kasih pelatihan, perbaiki cara pengolahan tanah, ajarkan dosis pupuk dan dosis pestisida yang tepat, sampai penanganan hama penyakit untuk ketela pohon ,ubijalar, jahe kencur,mentimun ,cabe jagung dan tanaman pangan padi dan hortikultura.
